Blog EntryBeasiswa Jepang...!!! May 10, '06 1:31 AM
for everyone

Selalu and selalu dari dulu hingga sekarang gw tetep and kekeh dengan pendirian cari beasiswa Jepang!!!!! Dari kelas satu SMA terus2n browse mengenai scholarship...mulai dari soal2 and interview ma orang2 yang berpengalaman dibidangnye...ato cuman nyampe seleksinya doank...And untuk terus motivasi gw, gw post2 aja.. deh yang berkaitan dengan tuh scholarship....
Barangkali temen2 MP juga mo bantu....mangga pisan diantos...


taken from this

Lulus SMA, mendapat kesempatan studi ke luar negeri dengan beasiswa yang cukup merupakan impian sejak kecil. Apalagi dengan beasiswa itu kami tidak hanya dapat hidup layak dan mandiri di luar negeri, tapi juga bisa mempunyai kesempatan untuk jalan-jalan, mencicipi teknologi baru dan menambah wawasan lain. Selain juga karena bisa segera hidup mandiri di luar negeri tanpa bergantung pada bantuan keuangan dari orang tua menumbuhkan suatu kebanggaan di hati. Bahkan sebaliknya, banyak dari kami menyisihkan sebagian dari beasiswa, untuk membantu orang tua dan kakak/adik, memberi kesempatan berbakti kepada orang tua, dan berbagi kebahagian dengan anggota keluarga lain.

Menggapai mimpi

Dari kecil, salah satu impian saya adalah sekolah ke luar negeri. Sekolah di negara yang turun salju saat musim dingin tiba, begitulah angan-angan saya dulu. Beruntung sekali saya memiliki orang tua yang walau tidak mampu untuk menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri, namun selalu memompakan semangat dan motivasi untuk belajar yang giat dan menyarankan untuk selalu mencari informasi beasiswa ke luar negeri karena itulah jalan satu-satunya agar saya bisa sekolah di luar negeri. Saat itu biaya kuliah belum semahal sekarang, toh kuliah di PTS misalnya tampaknya memberatkan bagi keluarga kami. Terinsipirasi kisah hidup orang tua yang selalu menceritakan bahwa dulunya dia sudah bisa bekerja sejak lulus SMA, saya pun berniat untuk bisa mandiri sejak lulus SMA. Saat itu lah, saya berpikir singkat mendapat beasiswa full untuk kuliah di luar negeri adalah jalan singkat merealisasi niat dan impian saya tersebut.

Saya percaya bahwa mimpi tidak akan datang sendiri namun harus diperjuangkan. Usaha untuk meraihnya perlu diniati dan disungguhi. Masuk SMA, saya mulai buka mata pasang telinga. Rajin bertanya-tanya ke guru-guru di SMA, mencari-cari info di surat kabar dimana saat itu internet belum ada. Tentunya akan sangat berguna jika kita mencari informasi beasiswa mulai dari 2 tahun sebelum lulus SMA. Minimal kita tahu keberadaan program beasiswa itu yang pada saatnya setelah lulus SMA kita tahu kepada siapa kita harus mencari tahu informasi beasiswa tersebut. Tinggal di Jakarta, saat kelas 3 SMA, saya bahkan kadang datang atau menelpon ke Kedutaan Besar / Pusat Kebudayaan Asing untuk sekedar bertanya apakah ada beasiswa yang tersedia untuk lulusan SMA. Dengan adanya internet, mencari informasi beasiswa untuk pelajar SMA sekarang terutama yang tinggal di luar Jakarta tampaknya sudah tidak sesulit dulu.

Satu hal yang saya sayangkan, bahwa angan-angan untuk kuliah di luar negeri tidak mendominasi di hati-hati teman-teman SMA saya saat itu. Beberapa di antaranya bahkan sudah enggan saat saya ajak untuk mencari informasi beasiswa. Belakangan hari, saat saya ikut seleksi suatu beasiswa, saya juga tidak merasa bahwa finalis-finalis yang ada saat itu benar-benar sungguh-sungguh ingin bisa kuliah di luar negeri. Namun sebaliknya saya juga salut dengan alumni-alumni dari sebuah SMA yang sangat bersemangat bersama-sama mencari informasi-informasi tawaran-tawaran beasiswa yang ada.

Mendapat beasiswa

Lulus SMA, saya mendapat beasiswa full dari Mitsui Bussan, sebuah perusahaan Jepang, untuk studi Bahasa Jepang dan kuliah S1 di Jepang. Yang saya maksud dengan beasiswa penuh adalah beasiswa yang terdiri dari gaji bulanan (monthly allowance) dan biaya kuliah, karena ada beasiswa lain yang hanya memberikan gaji bulanan saja. Dalam sistem seleksinya, Mitsui Bussan bekerja sama dengan Dikdasmen dan eksklusif untuk SMA yang ditunjuk Dikdasmen. Hal ini dilakukan untuk penghematan biaya pelaksanaan, karena hanya 2-3 pelajar yang akan terpilih untuk menjadi penerima beasiswa ini.

Walau sayangnya program beasiswa Mitsui Bussan berhenti mulai tahun ini, namun di sini saya tuliskan tahap-tahap penyeleksian yang mungkin berguna untuk kesempatan lain. Materi seleksi pertama adalah ujian tulis Matematika dan Bahasa Inggris. Dari seleksi pertama terpilih sekitar 12-16 orang yang berhak ikut ujian kedua berupa tes kesehatan, psikologi, maupun wawancara. Persiapan untuk wawancara begitu penting, karena ini lah yang paling menentukan. Nilai terbaik menjadi tidak berarti kalau anda dianggap sebagai orang yang tidak komunikatif dan emosional.

Kondisi sepuluh tahun lalu mungkin berbeda dengan sekarang. Namun saat itu tawaran beasiswa ke luar negeri yang tersedia untuk lulusan SMA adalah ke Jepang untuk banyak bidang, dan Belanda untuk bidang ekonomi. Belakangan ada tawaran beasiswa dari Singapura, namun tidak beasiswa full dan informasinya tidak tersebar luas. Beasiswa ke Jepang sendiri terutama dari Monbukagakusho melalui Kedutaan Besar menyediakan beberapa jenis beasiswa untuk lulusan SMA dan untuk lulusan S1. (Lebih lengkapnya lihat http://www.id.emb-japan.go.jp/scholarship.html) untuk jelasnya. Dua hal yang perlu saya tekankan di sini, pertama adalah sangat sulitnya untuk lulus Program S-1 untuk kedokteran umum dan kedokteran gigi sehingga dianjurkan untuk memilih jurusan lain bagi yang berminat dengan kedua jurusan itu. Kedua adalah, saya pribadi tetap menganjurkan untuk mengambil program D-3 walau di Indonesia sudah diterima di PTN-PTN ternama, karena setelah lulus D-3 kesempatan untuk mendapatkan degree bisa diperoleh dengan melanjutkan kuliah selama 2 tahun ke Universitas (langsung tingkat 3). Apalagi kalau mengingat begitu mahalnya biaya kuliah di Indonesia. Sebagai referensi, uang masuk di universitas negeri di Jepang, sekitar 300.000 yen, sementara uang kuliah satu semester 270.000 yen. Dibanding kuliah di luar negeri lain, Amerika maupun Australia, biaya pendidikan di Jepang termasuk murah. Belum lagi ditambah dengan adanya kemungkinan mendapat keringanan uang sekolah di universitas negeri tertentu. Penulis sendiri mendapat kemudahan bebas uang kuliah 100% selama lebih dari 3 tahun.

Untuk beasiswa program Pasca-Sarjanaa selain beasiswa Monbukagakusho jenis G-to-G untuk pegawai negeri sipil dan jenis U-to-U untuk umum, juga ada beasiswa Panasonic untuk program Master http://www.panasonic.co.id/panasonic_scolarship/index.asp.

Beberapa hal yang mungkin menjadi pikiran saat mencari beasiswa untuk kuliah di luar negeri adalah pertama apakah adanya perjanjian seperti ikatan kerja setelah selesai program beasiswa. Beasiswa yang saya sebut di atas, tidak ada yang memiliki ikatan kerja. Untuk beasiswa lain, kalaupun ada perjanjian tertentu, tentunya penerima beasiswa yang sudah lulus SMA maupun orang tuanya sudah cukup dewasa untuk mengerti arti dan tanggung jawab sebuah akad/perjanjian dengan menyatakan kesanggupannya menerima beasiswa tersebut. Catatan lain adalah tentang jurusan- jurusan di universitas di Jepang, yang tentunya belum tentu sama dengan apa yang ada di Indonesia, juga dengan tingkat kesulitan masing-masing jurusan. Di kampus saya, untuk undergraduate course, Jurusan Fisika di Fakultas Science adalah jurusan yang banyak diminati, dan tempat berkumpulnya mahasiswa pandai yang berminat di bidang Science maupun Engineering. Bisa kita bandingkan dengan jurusan Fisika di fakultas MIPA di universitas-universitas di Indonesia yang kurang diminati. Lulusan Fakultas Science tentunya juga dapat masuk ke bidang-bidang Engineering saat mencari kerja, dan juga sebaliknya. Sehingga kekhawatiran bahwa lulusan Science sulit mencari kerja tentunya tidak terbukti. Apalagi untuk negara seperti Jepang, dimana setiap perusahaan biasanya mempunyai unit Research and Development yang tentunya membutuhkan lulusan dari berbagai jurusan. Terakhir dan terutama mungkin, kekhawatiran untuk memilih Jepang sebagai tempat studi memang beralasan. Tentunya karena kesulitan bahasa Jepang yang menggunakan kanji itu sendiri. Namun untuk masing-masing program beasiswa terutama untuk beasiswa Monbukagakusho, biasanya juga mencakup studi bahasa Jepang yang cukup untuk dapat mengikuti kuliah di universitas.

Tinggal di Jepang

Saya belum pernah tinggal di luar negeri selain Jepang, namun dengan kemampuan berbahasa Jepang yang saya miliki, saya merasakan kehidupan di Jepang begitu menyenangkan. Kekurangan dengan tinggal di Jepang adalah tentunya berkurangnya kesempatan menggunakan bahasa Inggris. Biaya hidup mungkin memang tinggi, tapi selama mendapat beasiswa yang cukup rasanya itu bisa diakomodasi, termasuk di dalamnya uang kuliah yang relatif murah kalau dibanding dengan di negara-negara seperti Amerika, Inggris atau Australia. Kesempatan untuk bekerja paruh waktu pun terbuka lebar. Kalau melihat perjuangan teman-teman dari Cina maupun Korea misalnya, mereka rata-rata tidak mendapatkan beasiswa juga tidak semua datang dari keluarga kaya, toh mereka bisa survive tinggal di Tokyo misalnya. Tidak lain dan tidak bukan, karena mereka berjuang keras untuk itu dengan kerja paruh waktunya bahkan sampai mengorbankan waktu tidurnya. Semangat seperti itu yang mungkin masih kurang di antara kita bangsa Indonesia.

Beasiswa pertama saya habis seiring dengan lulusnya saya dari program S1. Untuk melanjutkan studi tentunya saya membutuhkan beasiswa lain. Mencari beasiswa lain tidak mudah namun tetap kemungkinan itu selalu ada. Walau tergantung universitasnya, namun tawaran beasiswa untuk mahasiswa asing yang berbagai jenis macam dan besarnya tetap ada. Walau sulit tentunya kemungkinan mendapat beasiswa selalu terbuka. Di universitas saya, kebetulan tawaran beasiswa banyak sekali, hanya saja karena di kampus saya banyak sekali mahasiswa asing sehingga biasanya ada seleksi untuk tiap-tiap beasiswa yang memerlukan rekomendasi dari universitas. Sebaliknya di universitas lain, walau tawaran beasiswa sedikit, namun karena jumlah mahasiswa asingnya sedikit, kesempatan mendapatkan beasiswa menjadi besar. Hanya siswa yang lulus seleksi yang akan direkomendasikan universitas untuk bisa mendaftar beasiswa tersebut. Selain melalui jalur kampus, ada juga jenis beasiswa yang bisa diakses oleh setiap mahasiswa asing tanpa melalui kampus, alias daftar langsung. Tentunya untuk memperoleh beasiswa jenis ini pun ada seleksinya. Untuk beasiswa dengan cara mendaftar langsung seperti ini, peran "menjual diri" dalam bahasa Jepang sangat signifikan dalam menulis formulir dan saat seleksi wawancaranya. Beasiswa-beasiswa yang saya sebutkan ini biasanya datang dari perusahaan-perusahaan, dan hampir semua tidak menyaratkan perjanjian khusus setelah program beasiswa berakhir. Selain itu ada beasiswa yang diberikan dari universitas.

Sebagai pengalaman pribadi, saya mendapat beasiswa Epson selama 2 tahun setelah lulus seleksi di kampus dan direkomendasikan universitas. Setelah direkomendasikan universitas, biasanya kemungkinan mendapat beasiswa tersebut menjadi sekitar 90%. Selain itu saya juga sedang mendapat beasiswa Tokyu melalui jalur daftar langsung. Sebagai gambaran saat saya mendaftar beasiswa Tokyu itu perbandingan jumlah siswa yang lulus seleksi dan yang mendaftar adalah 18/950. Program beasiswa lain biasanya hanya menyediakan 10 tempat untuk penerima beasiswa baru setiap tahunnya. Besar beasiswa tiap-tiap program berbeda begitu pula dengan waktu penerimaan beasiswa, ada yang satu tahun ada pula yang dua-tiga tahun.

Penyebaran informasi

Banyak teman-teman yang mengeluhkan tidak menyebarnya informasi-informasi beasiswa terutama untuk lulusan SMA di daerah-daerah menyebabkan penerima beasiswa terutama di masa lalu terpusat untuk pelajar-pelajar di kota besar. Beruntunglah pelajar yang sekolahnya menyediakan informasi-informasi tersebut, namun jelas tidak semua sekolah seperti itu. Berkat internet, penyebaran informasi beasiswa di Indonesia menjadi lebih baik dibanding 10 tahun lalu, yang hanya bisa dibaca melalui pengumuman di surat kabar tertentu seperti Kompas misalnya. Salah satu cara lain, adalah kontribusi penerima beasiswa untuk menyebarkan informasi tersebut ke almamaternya. Cara ini lah yang saya tempuh selama ini sebagai kontribusi saya kepada almamater, mengingat saya juga mendapat beasiswa pertama kali melalui SMA saya itu. Namun sayangnya tidak banyak yang melakukan cara tradisional seperti ini dengan berbagai alasan. Cara lain untuk memperoleh banyak informasi mengenai beasiswa di luar negeri terutama untuk pasca sarjana, adalah melalui mailing list (milist) beasiswa@yahoogroups.com yang memiliki member sampai ribuan banyaknya. Saya yang juga member di mailing list sangat salut terutama kepada moderator-moderator milist ini yang banyak mengshare berbagai informasi beasiswa di situ.

Membaca tulisan-tulisan yang muncul di milist itu, terasa bahwa semangat untuk sekolah di luar negeri bagi banyak orang Indonesia meningkat yang mungkin perlu disimak bagi kita semua yang sudah sukses mendapat beasiswa dan studi di luar negeri agar semangat kita semua untuk belajar keras tidak luntur saat sudah tiba dan belajar di luar negeri walaupun menemui berbagai kesulitan dalam hidup di negara asing. Karena memang hidup di negara asing tidak mudah.

Catatan terakhir saya berikan kepada pencari beasiswa yang berminat sekolah di Jepang. Yaitu jangan biarkan sikap 'ingin selalu disuapi' dalam mencari informasi. Dengan adanya internet, informasi-informasi untuk kehidupan di Jepang misalnya tentunya semakin mudah dicari, misalnya melalui situs berikut http://www2.jasso.go.jp/index_e.html atau pengumuman tawaran beasiswa http://www.dikti.org/beasiswa/. Membaca pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di milist PPI-Jepang pun membuat saya perlu menekankan agar pencari beasiswa lebih aktif dan mampu mendefinisikan studi dan minat riset yang diinginkan. Karena kadang ada permohonan bantuan untuk mencarikan contact Professor di bidang TI untuk bisa mendaftar beasiswa Monbukagakusho untuk paska-sarjana misalnya tanpa penjelasan lebih detil tentang bidang riset yang diminati, atau bahkan identitas pribadinya. Orang lain pun tentunya akan sulit dan malas membantu kalau tidak melihat kesungguhan pencari informasi. Yang terbaik adalah usahakan mencari informasi sendiri melalui internet atau kalau tinggal di Jakarta dan sekitarnya, bisa berkunjung ke Pusat Kebudayaan Jepang misalnya untuk dapat bertanya lebih lanjut untuk studi ke Jepang dan prosedur-prosedurnya. Lalu setelah usaha untuk mencari contact Professor dilakukan namun tidak membuahkan hasil, barulah mencoba bertanya. Namun tentunya jangan terlalu mengharapkan akan datangnya jawaban dengan cepat. Karena tentunya orang lain yang berbeda bidang keahliannya, tidak mampu memberikan saran, belum lagi karena kesibukan orang yang ditanya.

Penutup

Biaya sekolah yang semakin tinggi dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai perguruan tinggi di Indonesia akhir-akhir terasa begitu memprihatinkan. Bagi penulis hal itu menjadi ironis dengan kenyataan bahwa dengan tinggal di Tokyo yang tahun ini kembali terpilih sebagai kota yang termahal di dunia ternyata mengantarkan untuk tidak sekedar lulus S1, namun juga S2 dan sekarang studi S3 tanpa biaya dari orang tua. Semoga anak-anak Indonesia mendapat haknya untuk bisa menikmati pendidikan dengan biaya yang terjangkau.

Asyik banget tuh....Chayyo Vey..!!!


39 CommentsChronological   Reverse   Threaded
menhariq wrote on May 10, '06
vey mau ke jepang?
verafun wrote on May 10, '06
Iyyaa donk...!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! MImpikuw...!!!!!!!!!!
verafun wrote on May 10, '06
And sebernya sih aku bosen denger kata2 kakaku yang sekarang gi doyan2nya mondar mandir ke Jepang...!! Huhuhuhu Bete bangettt..dipanas2in...boo..!!! HUhuhu tapi sih niatnya pengen belajar disana..!! Doain athu ya....!
menhariq wrote on May 10, '06
bole aja kalo vey mo ke jepang.. tapi ketemuan ma aku dulu yah.. huhu.. :P
verafun wrote on May 10, '06
bener...?!?!?! Sok atuh...!!!!! Anytime...!!!!
winduradityo wrote on May 10, '06
beasiswa ke jepang ya ... nanti ngundang marriednya gimana :D
verafun wrote on May 10, '06
beasiswa ke jepang ya ... nanti ngundang marriednya gimana :D
Yee..dapet beasiswa nya aja blon...!!! Heeheeh ntar klo a'mo married tinggal call2 aja vey....vey langsung sesegera mungkin deh..bikin hologram nya vey...!! Hehehe (PEACE)
iyasnih wrote on May 10, '06
jepang.. top..
u go girl..
ngga salah deh
kalo biaya sendiri bisa klojotan, secara naek shinkasen aja sejutaan lebih kalo di kurs..
kalo beasiswa kan di bayarin semuah..
brownhieze wrote on May 10, '06
moga2 dapet yaa dheekk.. :)
verafun wrote on May 10, '06
iyasnih said
jepang.. top..
u go girl..
ngga salah deh
kalo biaya sendiri bisa klojotan, secara naek shinkasen aja sejutaan lebih kalo di kurs..
kalo beasiswa kan di bayarin semuah..
Hehehe iya lha...dari sulu neng vey ini sukak yang gretongan...!! Nggak dari jajan ampe sekolah...tapi adrenalin nya jadi ningkat when it faces japan..! I Love it..!!
iyasnih wrote on May 10, '06
gretong? siapa pulak yg ngga suka.. :D
evafedele wrote on May 10, '06
Gw juga maoooo Vey,.. sayang aja....
verafun wrote on May 10, '06
moga2 dapet yaa dheekk.. :)
Amiieeennn....makasih ya teteh....
Lv you...btw, aku baru tau loh...klo teh tyo lulusan ITB Informatika...! Wah..wah...hebatZzZz vey juga pengeeennn....tapi vey lebih kepengen scholarship to Japan...wiz me luck yaa..!
verafun wrote on May 10, '06
iyasnih said
gretong? siapa pulak yg ngga suka.. :D
Hehehe bener2...!! Peace...smua love gretongaann!!!
verafun wrote on May 10, '06
Gw juga maoooo Vey,.. sayang aja....
Kenapa pake acara sayang..?!?!?! Kan bisa ambil...! Ya nggak...?!?!?! Qita cama2 berjuang donk...!!!!!!!!!!
evafedele wrote on May 10, '06
Dah lewat kesempatannya ;P
Sekarang jadi kuli Jepang di Indonesia aja.
verafun wrote on May 10, '06
Dah lewat kesempatannya ;P
Sekarang jadi kuli Jepang di Indonesia aja.
Lho...nggak ada yang gak sempet...!!!!!!!!!!!!! Chayyoo...jangan give up donk teh...!!
Heheheh Teteh2...bikin vey...smile ajah..
evafedele wrote on May 10, '06
Dah kenalan sama Hiragana, Katakana & Kanji2 sial itu blom? :D
verafun wrote on May 10, '06
Dah kenalan sama Hiragana, Katakana & Kanji2 sial itu blom? :D
Hehehe jujur...! Vey gak sukak pelajaran Jepang....tapi....vey ngebet bvanget..ma jepangnya...
orang yang aneh ya teh...?!?!? Hehehe makanya disana mah niatnya mo english-an aja dah...kagak mau liat2 huruf yang meliak-meliuk..
yang bikin nilai jepang aku melorot jadi nada2 DO=RE=MI
Hehehe
evafedele wrote on May 10, '06
Iiihh,.. paling nggak kenalan dikit atuh Vey. Ntar kalo jalan2 pas disana nyasar lho ;P khan pake kanji semua.

Coba Vey hubungi ini deh;
Untuk info pendidikan, silakan hubungi JASSO (Japan Student Service Organization) di no telp 021-2521912 atau email ryugaku@nippon-ina.org

Gambatte ;)
verafun wrote on May 10, '06
Iyaa...smuanya udah vey lalap...Heheheh
Masalah teknis...udah siap...tapi masalah otaku quw ini yang pas2an....mba...!
Hehehe gapapa...harus sering2 blajar...n melet si Einstein biar kebawa pinter..! Hwehehe makasih ya mba...
dotten wrote on May 10, '06
diDoain sukses dech :)
kl dah nyampe sana, yg di Indo jgn lupa ditarik2 ya... :D
evafedele wrote on May 10, '06
Mmm... boleh juga nih **ikutan minta ditarik-tarik**
verafun wrote on May 10, '06
dotten said
diDoain sukses dech :)
kl dah nyampe sana, yg di Indo jgn lupa ditarik2 ya... :D
Wallah....abang makacih..ya...! Insya Allah pasti klo vey jadi ketarik kuliah disana...kenapa nggak narik yang sama2 mo berjuang juga...?!?! Hehehe makanya doain slalu ya....
dotten wrote on May 10, '06
verafun said
makanya doain slalu ya....
seppp... doa selalu deh, asal bisa ketarik :D
verafun wrote on May 10, '06
dotten said
asal bisa ketarik :D
Si abang ini....hehehe ketarik mulu perasaan....
windageulis wrote on May 10, '06
jaman aku sma dulu ada beasiswa dari japan juga. punya foster parent segala. ga sampe pergi ke japan sih tapi lumayan lah 2 taun gue ga bayar spp, dapat uang bulanan lagih trus dapat kursus haratis bahasa jepang dan nulis kanji. dipake buat laporan ke foster parent kalo gue disini perkembangannya sampe mana..duh sapa ya foster parent gue itu...mr. suziku apaaaa gitu kekekkekek

hayo vey..kamu bisaaaaaa.....
verafun wrote on May 10, '06
jaman aku sma dulu ada beasiswa dari japan juga. punya foster parent segala. ga sampe pergi ke japan sih tapi lumayan lah 2 taun gue ga bayar spp, dapat uang bulanan lagih trus dapat kursus haratis bahasa jepang dan nulis kanji. dipake buat laporan ke foster parent kalo gue disini perkembangannya sampe mana..duh sapa ya foster parent gue itu...mr. suziku apaaaa gitu kekekkekek
Waaa..asyik juga tuh kykynya teh...!!! Hm kereeen banget.....teteh vey mau...!!!
Masih ada gak sekrang programnya...?!?! Vey mauuu
windageulis wrote on May 10, '06
dulu itu kalo ga salah sistemnya japan foundation yang datang ke sekolah trus sekolah yang saring pelajar...ga ngerti deh sekarang masih ada apa engga *secara gue itu angkatan jebot gituuuuu heoaheiaheahihiaehih* atau vey usulin ke sekolah biar sekolah cari ?????
rockstarkilled wrote on May 10, '06
gommen kudasai, gommen nasai..
watashiwa yohana desu'..
hahaha..
hyde666 wrote on May 10, '06
Kudoakan!! Kalo udah nyampe sana, jangan lupa cari sponsor buat permanent residency... trus ntar gw nyusul... hihihihi.
verafun wrote on May 11, '06
dulu itu kalo ga salah sistemnya japan foundation yang datang ke sekolah trus sekolah yang saring pelajar...ga ngerti deh sekarang masih ada apa engga *secara gue itu angkatan jebot gituuuuu heoaheiaheahihiaehih* atau vey usulin ke sekolah biar sekolah cari ?????
Hm...gak tau tuh..teh...klo dulu juga pernah denger sih vey juga mengenai japan foundation...iya mudah2an lha teh....pokoknya vey pengen cari jalan menuju Jepang!!! Entah itu lewat ini entah itu lewat itu...(*Heheheh*) Nu penting skolah..skolah...and skolah..!!!!!!!!!
pEAce..!
verafun wrote on May 11, '06
hyde666 said
Kudoakan!! Kalo udah nyampe sana, jangan lupa cari sponsor buat permanent residency... trus ntar gw nyusul... hihihihi.
Amieeennn ka Hyde..tapi yg penting sekarang mah proses kesananya kudu bener dulu..doain aja selalu yaaa...
Btw, kita cari sponsor untuk apa y..?!?! Kita kan dah dapet rekomondasi dari monbukagusho(misalnya)....
tapi dulu sih vey denger2 emang harus cari sponsor..tapi secara jelas gunanya buat apa gitu...?!?! Ditunggu inform nya yaaa....
Thanks b4...
verafun wrote on May 11, '06
gommen kudasai, gommen nasai..
watashiwa yohana desu'..
hahaha..
hai...senang berkenalan dengan Anda....(*wekZzZ..) gw benci bahasa jepaaaanggggg!!!!!!!1 Heuehuehueue..tapi kudu and musti....belajar...ya...hiks,,hiks...
izziaryy wrote on May 11, '06
Udah Nyari diMana Aja Teh?????
Kalo di SkUL zaza gi ada AFS nich... MInggU BesOK tesnYA DOaiN Dapet Ya Teh!!!!!!!!!!!
verafun wrote on May 11, '06
Udah Nyari diMana Aja Teh?????
Kalo di SkUL zaza gi ada AFS nich... MInggU BesOK tesnYA DOaiN Dapet Ya Teh!!!!!!!!!!!
Aku tetep nyari beasiswa monbukagusho nya-Jepang Za....banyak sih ...ada yg tawarin Jerman..sana sini....guru juga banyak yg tawarin ke Amrik ...tapi tetep aku mah maunya ke Jepang...!!!!!
Btw, kamu ikutan testnya Za...?!?!? AFS tuh Amrik kan..?!??! Hm....iya pasti didoain....Allah pasti kasih sayap yang kuat buat kamu sayang...
Qita sama2 berjuang yach...!!! Ato kalo kamu perlu apa2 mengenai beasiswa contact me aja yach.....Insya Allah aku bantuin..asal berguna untuk semuanya..
keeP In Touch ZAza sayang...muacccccccchhhhhhhhhh


*Huge kiss for you dear*
bowosama wrote on Jan 25, '07
Ada info baru, lho. Duit beasiswa dari Monbukagakusho jumlahnya turun lagi sampai kalo ga salah sekitar 160.000 yen/bulan. Kalo dilihat trendnya sih tahun depan bisa turun lagi 8-((
verafun wrote on Feb 16, '07
oh ya..???
massa sih..??
hiks..hiks...
lagian gw dah males ikutan begituan...huh...nyebelinn..susah masuknya sih..:(((
shunichiro wrote on May 21
smoga sukses ke jepang..

saya juga ingin nih, hehe

ganbatte kudasai :)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help