Konsep dasar:Seorang engineer haruslah menjadi problem solver dalam mewujudkan hasil fisik, menguraikan struktur dan prosesnya.
Engineer bekerja dengan identifikasi dari kebutuhan dan keinginan yang dipenuhi oleh perangkat fisik yang diciptakannya, berupa struktur dan proses.
Modal engineer tidak lah lebih dari pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan daya ciptanya sebagai pencetak gagasan-gagasan baru yang hasilnya tentu dinikmati oleh masyarakat. Oleh karena itu engineer haruslah bisa meramalkan dan peduli tentang dampak dan karyanya terhadap masyarakat.
Engineer bekerja dengan informasi dengan cara melakukan pengumpulan data, fakta. Mereka berfikir, berimajinasi dan berkomunikasi dalam menciptakan sesuatu.Terlihat pada saat saya menjalani hubungan dengan seorang engineer..--di masa lalu--Ilustrasi:Ketika ada permasalahan yang rumit diantara kita, sang engineer tentunya tidak pernah memperhatikan perasaan saya (posisi saya sebagai masyarakat), mereka hanya menganalisa kebutuhan fisik saya dengan logikanya. Tentunya sang engineer mengumpulkan beberapa data berupa waktu, fakta, dan ilustrasi yang pernah saya berikan terlebih dahulu. Memang..hasil yang diberikan cukup memuaskan, sang engineer mampu mengatasi masalah dan memberikan solusi yang cukup ampuh agar tidak terulang kembali masalah yang sama. Jikapun akan terjadi masalah yang sama, sang engineer telah mengembangkan model terencana sehingga tercipta suatu alternatif-alternatif yang bisa dijadikan solusi yang versifat algoritmatif.
Ya...itulah engineer..
Menjalani hubungan dengan seorang engineer adalah suatu hubungan yang menyenangkan, betapa tidak..setiap permasalahan yang timbul, senantiasa diberikannya model permasalahan secara formatif kepada saya, sehingga tidak pernah terjadi kesalah pahaman.
Namun...sang engineer tidak memiliki modal dasar yang begitu kuat yang harus dimiliki oleh sang engineer pada umumnya, yaitu pengetahuan dan pengalaman tentang konsep dasar cinta. Bermodalkan pengetahuan dan pengalaman hanya di permukaan membuat sang engineer memberikan input yang kurang bisa saya terima selama menjalani hubungan dengan nya. Sehingga, output yang saya beri padanya sebagai feedback terbentur kendala yang bahkan sulit dicari solusinya, karena permasalahan yang timbulpun bersifat abstrak. Dan kita ketahui bersama sang engineer memiliki permasalahan dalam kesulitan mencerna permasalahan yang bersifat abstrak. Model yang memusingkan bukan..?
Ah...karena memang memusingkan. Mungkin karena dulu saya belum menjadi engineer, dan sekarang saya masih calon engineer (mungkin masih belum bisa berpikiran seperti orang engineer seperti yang sang engineer lakukan) jadi hubungan dengan sang engineerpun tidak dapat bertahan lama. Tidak bertahan lama.
Hhhhh...
Ini cinta, cinta pun memiliki teknik, dimana kita diharuskan mampu mengembangkan model permasalahan yang terjadi, mencari solusi dengan struktur dan proses yang terlibat dalam suatu pengambilan keputusan.
Ingat...keputusan berawal dari daya analisis ataupun intuitif dari kedua belah pihak...Jadi, teringat kata-kata "They do want they must, use science when applicable, intuition when useful, and trial error when necessary"-pra ujian konsep teknologi 22 Mei 2008 12.15am-vera_rachma_1989 while reading Conceipts of Technology subtitle Kerekayasaan, Profesionalisme, dan Daya Cipta seorang Engineer.
pic by svetozara
 | mestinya engineer juga dibekali sense of art, jadi dia juga terbiasa menggunakan wilayah rasa dan kepekaan seorang seniman...:) |
 | heee ?? kok headshot nya ganti2 mulu. close up aja dong >.> |
 | jadi pilih perasaan atau akurasi?? |
 | nduts, bahasanya aku binun na..... >_ |
 | So, ini berarti gw diterima jadi pacar yah? Janji deh, gw gak akan so intelek. Paling juga kebanyakan belek...dimata.. |
 | exclude me....
nggak ngerti :D |
 | yoiw sistakuh....
*keep dreaming sist! (gara2 baca blog mu) :D |
| |