ada anak berumur tidak dewasa tidak tua mengeluarkan sedikit pertanyaan sentimentil
-mengapa para ahli dengan mudahnya dapat mencetuskan doktrin?
Lalu ada seorang nona berumur tidak muda tidak tua menjawab
-karena mereka berfikir, berfikir akan hal-hal yang tidak terproyeksikan logika, melihat yang tidak terpotret mata. sehingga, hipotesisnya berkembang menjadi pemikiran parsial yang terintegrasikan menjadi sebuah doktrin yang sederhana namun begitu rumit.
si anak hanya terpaku dan terdiam beberapa saat sembari memutar-mutar logika dan memereteli slot-slot yang masih terbuka oleh tanda tanya
-sederhana namun begitu rumit? apa itu?
-hmm...banyak hal yang tidak bisa dipetakan dengan kata-kata berskala normal adikku. kamu benar-benar ingin mengerti apa yang saya maksudkan?
-baiklah..pejamkan matamu, coba pikirkan apa yang ada di benakmu ketika aku berbicara tentang sebuah doktrin yang dicetuskan oleh Bapak Hutton tentang uniformitarianisme..
si anak masih kebingungan, belum selesai dengan kata-kata si nona malah ditambah dengan istilah yang tidak dimengerti sama sekali, bahkan tidak pernah terlintas di mimpinya sekalipun!
-apa itu nona?
-doktrin yang menyatakan segala sesuatu yang terjadi saat ini telah terjadi di masa lampau.
-itu saja nona?
-iya..sederhana dan mudah bukan?
Si anak masih kebingungan
-tapi coba pikirkan lagi..yang terjadi saat ini apakah akan terjadi di masa yang akan datang? Ingat hari ini adalah potret alur untuk hari esok, hari esok ditentukan oleh rencana hari ini. Dan jika kau bisa lihat mata rantai yang hilang, kau akan bisa meramalkan hari esok dengan cukup melihat apa yang telah dilakukan di masa lampau.
Si anak masih kebingungan, bahkan dengan rasa bingung yang luarbiasa
-jadi apa yang dibilang oleh Bapak Hutton tentang segala sesuatu yang terjadi saat ini telah terjadi di masa lampau, adalah sebuah kunci menuju doktrin tersembunyi yang menyatakan bahwa masa yang akan datang telah terjadi di masa lalu, bahkan sedang terjadi saat ini.
Sekarang si anak mulai terberi cahaya di ruang logikanya
-terimakasih nona, anda telah mengjarkan saya suatu pembelajaran tentang berfikir yang tidak terfikirkan, hingga saya memahami apa yang dimaksud dengan ”sederhana dan mudah, namun begitu rumit”.
Inspired by James Hutton, Bapak Geologi Moderen, Scotland 1795
Vera yang sedang belajar untuk ujian Pengantar Geologi
-26 may 12.23am-
pic by marta