Blog Entrysedikit renungan di pojokan subuh May 26, '08 12:17 AM
for everyone

ada anak berumur tidak dewasa tidak tua mengeluarkan sedikit pertanyaan sentimentil

-mengapa para ahli dengan mudahnya dapat mencetuskan doktrin?

 

Lalu ada  seorang nona berumur tidak muda tidak tua menjawab

-karena mereka berfikir, berfikir akan hal-hal yang tidak terproyeksikan  logika, melihat yang tidak terpotret mata. sehingga,  hipotesisnya berkembang menjadi pemikiran parsial yang terintegrasikan menjadi sebuah doktrin yang sederhana namun begitu rumit.

 

si anak hanya terpaku dan terdiam beberapa saat sembari memutar-mutar logika dan memereteli slot-slot yang masih terbuka oleh tanda tanya

-sederhana namun begitu rumit? apa itu?

 

-hmm...banyak hal yang tidak bisa dipetakan dengan kata-kata berskala normal adikku. kamu benar-benar ingin mengerti apa yang saya maksudkan?

-baiklah..pejamkan matamu, coba pikirkan apa yang ada di benakmu ketika aku berbicara tentang sebuah doktrin yang dicetuskan oleh Bapak Hutton tentang uniformitarianisme..

 

si anak masih kebingungan, belum selesai dengan kata-kata si nona malah ditambah dengan istilah yang tidak dimengerti sama sekali, bahkan tidak pernah terlintas di mimpinya sekalipun!

-apa itu nona?

 

-doktrin yang menyatakan segala sesuatu yang terjadi saat ini telah terjadi di masa lampau.

 

-itu saja nona?

 

-iya..sederhana dan mudah bukan?

 

Si anak masih kebingungan

-tapi coba pikirkan lagi..yang terjadi saat ini apakah akan terjadi di masa yang akan datang? Ingat hari ini adalah potret alur untuk hari esok, hari esok ditentukan oleh rencana hari ini. Dan jika kau bisa lihat mata rantai yang hilang, kau akan bisa meramalkan hari esok dengan cukup melihat apa yang telah dilakukan di masa lampau.

 

Si anak masih kebingungan, bahkan dengan rasa bingung yang luarbiasa

-jadi apa yang dibilang oleh Bapak Hutton tentang segala sesuatu yang terjadi saat ini telah terjadi di masa lampau, adalah sebuah kunci menuju doktrin tersembunyi yang menyatakan bahwa masa yang akan datang telah terjadi di masa lalu, bahkan sedang terjadi saat ini.

 

Sekarang si anak mulai terberi cahaya di ruang logikanya

-terimakasih nona, anda telah mengjarkan saya suatu pembelajaran tentang berfikir yang tidak terfikirkan, hingga saya memahami apa yang dimaksud dengan ”sederhana dan mudah, namun begitu rumit”.

 

Inspired by James Hutton, Bapak Geologi Moderen, Scotland 1795

 

Vera yang sedang belajar untuk ujian Pengantar Geologi

-26 may 12.23am-

 pic by marta

 


25 CommentsChronological   Reverse   Threaded
alvian wrote on May 26
tuh kan g bilang juga apa...
izziary wrote on May 26
”sederhana dan mudah, namun begitu rumit”.

--------------------------------------------------------------

Setuju
windageulis wrote on May 26
selamat ujiannn...
verafun wrote on May 26
alvian said
tuh kan g bilang juga apa...
???
gak ngerti...
==
haiy al.....!!!! gimana bebi mu??
pasti udah luchu2 gituw yah..
verafun wrote on May 26
izziary said
”sederhana dan mudah, namun begitu rumit”.

--------------------------------------------------------------

Setuju
akh..
kan kamu anak kecil yang ada di cerita za..
:D
verafun wrote on May 26
selamat ujiannn...
hua..hua...
dua ujian lagi teh...
doakan aku yah...

saking frustasinya baca slide kuliah ampe terispirasi untuk di jadiin tulisan..hahah...dan ternyata jadi lebih mudah ngingetnya...
rudynalsya wrote on May 26
vera ini engineer atau sastrawan siy?
verafun wrote on May 26
hihihi...
tebak aja sendiri mas..
:)
kayaknya enggak dua2nya...
1. karena saya belum lulus kuliah teknik, that means belum bisa di bilang engineer
2. karena saya gak jago nulis jugah, jadi boro2 dipanggil sastrawan..
rudynalsya wrote on May 26, edited on May 26
vera,vera......belom lulus aja pinternya udah segini, apalagi nanti udah lulus ya? Semua teori ilmu pengetahuan bisa-bisa dirombak abizz kali ya. Semua doktrin diperbaharui.ck..ck..ck.....satu nasehatku nak, jangan pernah mencalonkan diri jadi presiden ya.....nanti kalo kamu pidato, rakyatnya pada lieur euy....:)
verafun wrote on May 26
vera,vera......belom lulus aja pinternya udah segini, apalagi nanti udah lulus ya? Semua teori ilmu pengetahuan bisa-bisa dirombak abizz kali ya. Semua doktrin diperbaharui.ck..ck..ck.....satu nasehatku nak, jangan pernah mencalonkan diri jadi presiden ya.....nanti kalo kamu pidato, rakyatnya pada lieur euy....:)
waduh..
mas ini...
jadi malu nich..
biasa aja akh ini mah..
gak ada apa2nya dibanding dengan penulis yang lain. cuman satu hal yang tetep aku pegang adalah menjadi diri sendiri, tak peduli orang ngerti apa engak, yang penting saya tetap menulis dengan style saya sendiri..
:) bukannya dalam hal berseni pun begitu ya kan mas?

*ngomong2 saya ada cita2 untuk jadi leader besar loh..
:D
rudynalsya wrote on May 26
verafun said
:) bukannya dalam hal berseni pun begitu ya kan mas?

*ngomong2 saya ada cita2 untuk jadi leader besar loh..
:D
Wih, hebat pisan euy! Kayak che guevara tuh! Seorang lulusan sekolah kedokteran yg mengaplikasikan baktinya dalam bentuk revolusi! Jadi gak cuma mumpuni otaknya aja, tapi juga punya mental dan keberanian untuk melakukan sesuatu pada negrinya.
verafun wrote on May 26
hihih....
itu cuman cita2 yang mungkin gak bakal kesampaian =D
jadi leader kecil2an aja dulu, nanti begitu udah merasa pantas menjadi leader besar baru boleh berkoak.
rudynalsya wrote on May 26
asal kalo udah jadi leader nanti, gak ikut2an jadi intelectual princess...
verafun wrote on May 26
heheeh..
intelectual princess...
*kayak pernah dneger...
film kah..??
rudynalsya wrote on May 26
Yee...itu mah dari postingan kamu juga kaleee..pangeran intelektualku. Makan tuh intelektual...ha..ha...
verafun wrote on May 26
hohoh..kok intelectual princess..??
kan si ceweknya cuman nona pelayan..nona pelayang
:) yang ingin merain sang pangeran intelektual tapi kagak kesampean2 gara takdirnya..
*hallah...
lebay amat yah
rudynalsya wrote on May 26
ada yang lebih penting dari intelektualitas, sayang. Bahwa segala sesuatu akan menjadi berarti ketika termanifestasikan dalam nilai manfaat yang bisa membawa kedamaian jiwa.
verafun wrote on May 26
Iya...
:)
itu yang sedang saya cari sekarang mas..
makasih atas masukannya..
rudynalsya wrote on May 26
Yah, itu sekedar bahan pertimbangan aja kok. Soalnya banyak orang akademis yang terjebak pada pola pikir yang metodologis. Terlalu terstruktur,sehingga kehilangan"humantouch"nya. Segala sesuatu ada dari ketiadaannya, dan ketiadaan menciptakan semesta dalam konsepsi ilmu pengetahuan yang mampu dijangkau akal.
verafun wrote on May 26
nah itu dia...
segala sesuatu yang terstruktur ujung2nya akan terbentur pada keadaan yang sporadis...
:)
well..thanks udah menemani saya dalam berpuisi ria, percakapan yang menyenangkan mas..
saya harus balik ke aktivitas semula nich...berhubung 2 ujian masih menghantui saya..
:D
makasih ya
rudynalsya wrote on May 26
selamat terhantui ya...
principleofjoy wrote on May 26
ayo nduts yang semangat belajar....!!

siapa tau nanti satu kantor :D halah....
verafun wrote on May 27
ayo nduts yang semangat belajar....!!

siapa tau nanti satu kantor :D halah....
huehehehe...
ogah akh..
diriku tidak mau kerja di kantor...
aku pengen kerja di lapangan yang gajinya ribuan dolar *ngarep* hahaha..
yang penting sekarang adalah belajar dulu sista ku...
:(
droppingzone wrote on May 28
Pak Hutton itu bapak Geologi Modern atau Filosofi Modern?
verafun wrote on Jun 6
bapak geologi modern mas...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help