Engkau datang dan pergi tiba-tiba. Menyisakkan koyakan dalam relung hatiku. Menuntunku ketika ku terjaga…tp sayang itu hanya mimpi. Manis..tapi begitu mencekik membuat nafasku tersengal menggema suram di balik dinding2 kelabu. Begitu menyesakkan dada hingga nafas yang menggemapun tak mampu menyaingi detakan jantung yang berlari berkejaran dengan detakan jam yang usang..matiku rasa…
Bila kuingat itu semua…layaknya memutar potongan2 film kenangan masa lalu…layaknya potret hitam putih klise yang terbakar angin amarah..layaknya bingkai tua yang menggantung lapuk di pelupuk mata…semua itu begitu menyeramkan
Tinggal secercah harapan menunggu di balik gorden tambal, tua yang lusuh..tapi sayang begitu sulit melihat goresan kuas diatas kampas langit yang..melukiskan pelangi harapan. Karena awan kelabu yang terselubung oleh asap rokok yan sslalu kuhisap tiap detik, dengan seramnya menjadi tameng untuk itu.
Lantas..apakah aku harus kembali menyelami samudra masa lalu? Atau harus terpaksa ku terbang dan mengusir awan kelabu itu…dan siap membuka mata demi masa-masa baru?!?!?! Meninggalkan dia…seorang dan meninggalkan semua kenangan itu..ah.mimpi buruk pikirku…memecahkan cermin2 buram yang merefleksikan betapa rusaknya diriku olehmu..dan diriku yang baru..berkata…inginku sekarang hanya berjalan di jalan kupu-kupu…
finished at 11.59 pm 3 desember 2005 in my lovely room. And beginning at Passusbra's room. In the corner of the darkness...