sang maestro telah memporak-porandakkanku dalam eksperimen konyolnya
dan ia berhasil...
ia pun berfatwa dalam konferensi bersama cecurut-cecurut brilian
dengan bangga ia berkata
bahwa
energiku tidak pernah bergantung pada intensitas berkas yang jatuh pada permukaan solid
tapi jika jumlahku dipancarkan maka akan berbanding lurus dengan intesitas radiasi
akh...sangat rumit
sang maestro pun berdeham sembari merogoh sakunya untuk menggapai cerutu tua usang
ia pun terus melanjutkan fatwanya
energiku pun akan sebanding dengan frekuensi berkas sinar
bahkan dia telah menememukan
aku tidak akan memancar jika frekuensi yang ada lebih kecil dari frekuesi ambangku
akh...
hebat bukan..?
aku pun terhentak dengan segala pesona intelegensinya...
sang maestro..panngeran intelektualku....
tidak ada satupun orang yamg mampu menandinginya...
tidak ada...
karna ia satu-satunya orang yang tau...siapa aku...apa aku..dan bagaimana aku...
maka
sudah selayaknya dia tidak meninggalkanku
tidak meninggalkan ragaku...
tapi..
dia pergi...
dia benar-benar telah pergi
pergi...
vera_rachma_198911.01 pm 17 Oct 2007